Jakarta - Para ulama dan kiai mendukung langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mempercepat Revisi Undang-Undang Terorisme. Terlebih peran ulama di tengah-tengah masyarakat dapat menumpaskan ideologi teror.
"Keinginan presiden (RUU Terorisme) itu sejalan dengan amanah para ulama dan kiai se Jawa Timur untuk melaksanakan tujuh amanah sebagai hasil Musyawarah Kubro seribu ulama dan kiai pengasuh pondok pesantren se Jawa Timur di Sidoarjo," ujar Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (28/5/2017).
Muhaimin mengatakan munculnya dukungan dari para ulama dan kiai se-Jawa Timur, lantaran melihat kondisi yang terjadi belakangan ini. Terlebih baru-baru ini telah terjadi serangan bom bunuh diri di Kampung Melayu.
"Mereka meminta PKB, NU dan MUI bersatu bahu membahu melawan ataupun menangkal gerakan tersebut. Intinya para ulama akan membantu negara melakukan perlawanan terhadap radikalisme dan terorisme," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin.
Menurut Cak Imin, para ulama juga mengkhawatirkan maraknya gerakan radikalisme dan terorisme. Terlebih kelompok-kelompok ini mulai menyusup hingga ke level masyarakat di pedesaan.
"Peran penting ulama dan kiai sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Islam mengajarkan kehidupan yang damai dan saling hormat menghormati. Islam tidak mengajarkan sifat-sifat destruktif, apalagi mengajarkan radikalisme dan terorisme. Islam menghargai dan menghormati perbedaan. Karena itu, kita harus mengantisipasi agar umat Islam tidak terlibat dalam gerakan radikalisme dan terorisme," ungkapnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar