Dari foto-foto yang didapatkan detikcom, Kamis (27/4/2017), sungai dan titik-titik sekitarnya jadi sasaran warga. Dengan menggunakan semacam wajan, warga memilah lumpur dan pasir untuk mengais serbuk emas. Ada yang mengaku mendapatkan 10 gram emas, ada yang lebih.
Keriuhan di hutan tersebut diawali dengan temuan serbuk emas pada akhir Maret lalu oleh pekerja yang mencuci piring di sungai. Kabar tersebar cepat dari mulut ke mulut. Jumlah orang yang berdatangan ke hutan kian banyak.
Nah, dalam 1-2 minggu terakhir, jumlah orang yang menyerbu hutan kian banyak. Bupati Kolaka Ahmad Safei bereaksi. Dia menyebut hutan tersebut berada di kawasan konservasi, sehingga harus steril dari aktivitas.
Foto: Sitti Harlina/detikcom
|
"Itu kawasan konservasi, kawasan dilindungi. Masyarakat tidak dibenarkan beraktivitas di tempat tersebut," kata Ahmad Safei usai mengikuti HUT Sultra ke-53 di kawasan eks MTQ Kota Kendari, Kamis (27/4/2017).
Pemerintah daerah tengah menyosialisasikan kawasan konservasi kepada warga. Harapannya, warga menghentikan aktivitas menambang emas dan keluar hutan. "Diberi waktu 2 minggu," tutupnya.

Foto: Sitti Harlina/detikcom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar