Clinton mengatakan dirinya dirugikan oleh surat Comey pada 28 Oktober kepada Kongres, memberi tahu bahwa FBI tengah membuka kembali penyelidikan terhadap Clinton yang diduga menggunakan surat elektronik pribadi saat bertugas di pemerintahan.
Selain itu dia juga merasa dirugikan oleh rilis WikiLeaks terkait pencurian surel John Podesta, pemimpin tim sukses Clinton, oleh para peretas Rusia.
Lihat juga:Trump: Saya Pikir Jadi Presiden Lebih Mudah |
"Kampanye saya tidak berjalan sempurna, tapi saya sedang menuju kemenangan hingga akhirnya dijegal kombinasi surat Comey dan Wikileaks Rusia," kata politikus Demokrat itu soal kekalahannya pada Donald Trump.
"Alasan kenapa kami kalah saya yakin adalah peristiwa yang terjadi di 10 hari terakhir."
Clinton juga mengatakan kekalahannya juga dipengaruhi oleh permasalahan gender. Menjadi presiden perempuan pertama Amerika Serikat akan jadi "sesuatu yang sangat besar," kata dia.
Dia juga meyakini Presiden Rusia Vladimir Putin mencoba memengaruhi pemilu untuk memenangkan Trump.
Selain itu, Clinton juga mengkritik keras presiden baru AS itu atas sejumlah kebijakan luar negeri yang kontroversial dan kebiasannya di media sosial Twitter.
"Saya kembali menjadi warga aktivis--dan bagian dari perlawanan," kata Clinton, dikutip Reuters.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar