Rabu, 26 April 2017

Marieta Mahasiswi di Surabaya Tipu Korbannya dengan Modus Ticketing

Jakarta - Marieta Safitri dilaporkan ke Polda Jatim terkait kasus penipuan. Marieta yang berstatus mahasiswi diduga melakukan penipuan dengan modus jual-beli tiket melalui agen travel.

Salah satu korban dugaan penipuan Marieta yang bernama Antariksa Ayu Pramana alias Icha, melaporkan Marieta Pada 5 Desember 2016. Icha menyebut Marieta sering menawarkan tiket kepada keluarganya termasuk dirinya. 

Marieta pernah menawarkan kepada dirinya tiket ke Hong kong dengan harga murah. Namun Icha tak menggubrisnya karena dirinya ingin pergi ke Bangkok untuk hadiah ulang tahunnya.

Mendengar itu, Marieta pun lantas mengaku juga mempunyai promo murah tiket ke Bangkok. Memang tiket yang ditawarkan Marieta lebih murah sekitar Rp 500 ribu. Awalnya Icha tak tertarik meski murah. Namun karena terus didesak, Icha pun akhirnya menyetujuinya.

"Saya bayar April untuk berangkat Agustus 2016," kata Icha saat dihubungi detikcom, Rabu (26/4/2017).

Keluarga Icha juga pernah ditawari tiket ke Eropa, Jepang, Australia, dan Singapura oleh Marieta. Semua tiket yang ditawarkan Marieta tak ada kejelasannya kecuali tiket ke Eropa dan Singapura. Dua tiket yang akhirnya jadi terbang itu pun juga mesti dibarengi dengan paksaan kepada Marieta.

"Ke Eropa itu pesan dua kali. Saat waktu keberangkatan sudah dekat, ternyata tiketnya nggak jelas. Kami paksa dia. Mungkin karena didesak terus, akhirnya tiketnya keluar, tetapi dari lima tiket yang kami pesan, hanya keluar empat tiket. Kami harus menambah Rp 5-7 juta agar dapat tiket kelima," lanjut Icha.

Setahu Icha, modus yang digunakan Marieta adalah memberinya kode booking yang sudah tak berlaku lagi. Memang benar Marieta langsung membelikan tiket saat uang sudah diterima. Saat tiket terbeli, kode booking pun keluar. Saat kode booking sudah keluar, Marieta langsung melakukan refund. Kode booking itulah yang diberikan kepada Icha dan keluarganya.


Marieta Diduga Catut Nama Orang Lain Saat Melakukan Penipuan

Yang membuat Icha kesal dan geram adalah Marieta selalu mencatut nama keluarganya dan alamat rumahnya saat melakukan penipuan. Kepada korban yang lain, Marieta selalu mengaku dirinya adalah kakak atau adik Icha, bahkan anak dari ibu Icha. Karena itu keluarga Icha saat itu selalu didatangi orang yang tiba-tiba menuduhnya sebagai seorang penipu.

"Banyak yang datang ke kami meminta kejelasan tiket. Kami tentu saja heran dan tak tahu apa-apa, ternyata nama kami digunakan saat dia menipu," terang Icha.

Bahkan karena banyaknya orang yang datang ke rumahnya, Icha sampai harus membuat tulisan pengumuman di rumahnya bahwa itu adalah rumahnya dan bukan rumah Marieta.


Pelapor: Marieta Pernah Curi Laptop Adik Saya


Selain penipuan, kelakuan lain yang dibuat Marieta terhadap keluarganya adalah pencurian. Laptop adik Icha yang berisi file skripsi hilang dicuri Marieta. Sebuah kamera yang diaku milik Marieta yang ternyata merupakan kamera sewaan juga membuat keluarga Icha dongkol.

"Adik saya join uang Rp 2-3 juta untuk membeli kamera. Marieta yang membelikan. Saat kamera di tangan adik saya, ada yang menagih dan bilang kalau itu adalah kamera sewaan yang disewa Marieta. uang adik saya hilang," kata Icha.

Icha menambahkan, yang dia tahu tak hanya dia saja yang menjadi korban. Dari informasi yang dia peroleh, ada korban lain yang berasal dari Surabaya, Malang, Yogyakarta, NTB, dan Jakarta Selatan.

Icha berharap laporannya segera ditindak lanjuti polisi. Icha mengaku polisi sudah mengumpulkan alat dan barang bukti. Dan itu sudah cukup. Namun Marieta belum muncul dan masih dIchari.

"Polisi bilang tinggal menangkap saja. Saya tahunya dia pindah ke Jogja. Semoga segera tertangkap, kerugian saya di dia sekitar Rp 240-an juta," tutur Icha. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar