Lhokseumawe - Aparat Polres Lhokseumawe membawa sejumlah serpihan diduga granat ke Laboratorium Forensik Medan, Sumatera Utara. Serpihan tersebut merupakan barang bukti yang ditemukan setelah ledakan terjadi di kawasan Uteunkot, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh.
Peristiwa itu terjadi tepat di tengah lorong menuju rumah warga, di sebelah toko ban mobil. Polisi hingga kini terus melakukan penyelidikan dengan menggali keterangan saksi-saksi guna mengungkap motif di balik kejadian.
"Kita akan minta keterangan saksi-saksi. Termasuk pemilik toko yaitu Devi Sihombing. Sedangkan untuk jenis peledaknya itu kami tunggu saja hasil laboratorium, apakah benar jenisnya granat atau bukan," kata Kasat Reskrim AKP Yasir dikonfirmasi detikcom, Sabtu (1/4/2017).
Ledakan meninggalkan bekas lubang berdiameter 25cm, dengan kedalaman 5 cm. Lubang tersebut ditemukan setelah Tim Gabungan dari Jinom Detasemen B, Jeulikat, Polda Aceh dibantu Tim Identifikasi Polres Lhokseumawe melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Lubang bekas jatuhnya granat diperkirakan berdiameter 25 centimeter dengan ke dalamannya 5 centimeter," imbuh dia.
Yasir menambahkan untuk saat ini motif pelemparan itu belum dapat disimpulkan secara rinci. CCTV toko ban mobil(sebelumnya ditulis penjual barang sepeda motor, red) tidak merekam detik-detik ledakan terjadi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar