Selasa, 25 April 2017

Napi dan Tahanan Rutan Trenggalek Ikut Cerdas Cermat Agama Islam

Trenggalek - Kegiatan unik digelar Rutan Kelas IIB Treggalek. Puluhan napi dan tahanan dari berbagai kasus pelanggaran hukum mengikuti lomba cerdas-cermat agama Islam yang digelar di Masjid At-Taqwa. 

Suara bel saling bersahutan dari masing-masing kelompok peserta untuk berebut menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh petugas rutan. Riuh gelak tawa pun kadang muncul saat peserta salah dalam menjawab pertanyaan. 

Kepala Seksi Pelayanan Tahanan (Yantah), Rutan Trenggalek, Adi Santosa mengatakan, lomba tersebut merupakan rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Pemasyarakatan yang ke-52. Peserta merupakan perwakilan dari masing-masing kamar, mulai dari blok tindak pidana umum hingga blok narkoba. 

"Untuk jumlah peserta ada 16 tim, mereka ini bermacam-macam, ada yang statusnya narapidana maupun tahanan. Lomba ini juga diikuti oleh warga binaan perempuan," katanya, saat ditemui detikcom di sela-sela lomba, Selasa (25/4/2017). 

Dalam lomba tersebut, panitia memberikan pertanyaan atau soal seputar ibadah agama Islam yang dilaksanakan sehari-hari. Mulai dari ilmu Fiqih hingga tauhid, serta pengetahuan agama tingkat dasar. 

Dari pantauan detikcom, lomba tersebut berlangsung meriah, terlebih saat para warga binaan perempuan saling beradu kecerdasan untuk melibas pertanyaan dengan peserta laki-laki. 

Adi menambahkan, meski terbilang sederhana, kegiatan yang dilaksanakan di komplek rumah tahanan diharapkan mampu menjadi hiburan sekaligus sarana untuk menambah pengetahuan keagamaan bagi masing-masing warga binaan. 

"Dalam lomba ini terdapat beberapa babak, yakni menjawab pertanyaan yang ditujukan untuk masing-masing kelompok, serta babak rebutan menjawab pertanyaan. Setelah lolos babak penyisihan, nanti akan maju pada babak semi final dan final," ujarnya. 

Dia menjelaskan, sebelum mengikuti lomba cerdas-cermat, pihaknya rutin mendatangkan para ustad dari kantor Kementerian Agama (Kemenag) Trenggalek, untuk memberikan bimbingan rohani bagi seluruh penghuni rutan. 

"Proses pembinaan ini sudah berlangsung lama. Harapan kami, mereka yang sudah masuk di sini akan lebih sabar dan nantinya apabila sudah keluar bisa menjadi lebih baik dan tidak lagi melakukan pelanggaran hukum," jelasnya. 

Rencananya, para peserta lomba yang berhasil menjadi juara akan mendapatkan hadiah dari panitia, berupa alat penunjang ibadah, seperti mukena sarung serta perlengkapan yang lainnya. 

Sementara salah seorang peserta, Indah Bintarti mengaku cukup senang bisa mengikuti rangkaian lomba serta pembinaan di dalam rutan. Ia berharap lomba tersebut bisa menambah pengetahuan, utamanya agama Islam. 

"Pertanyaannya sebenarnya sederhana, namun kadang kami lupa dan harus mengingat-ingat lagi," ujarnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar