Surabaya - Penangkapan Salman alias Imam (20), salah satu tahanan Polsek Tambaksari yang kabur dengan 6 tahanan lainnya ternyata cukup licin. Bahkan, tim khusus Polrestabes Surabaya yang melakukan penangkapan sempat kesulitan.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengaku timsusnya kesulitan karena nama Salman ternyata palsu. "Pencarian paling utama kan melalui nama yang kemudian muncul alamat rumah. Tapi ternyata data yang diberikan ke polsek saat di BAP semuanya palsu," kata Sinto pada detikcom, Senin (24/4/2017).
Identitas atau nama asli Salman baru diketahui dari satu dari enam tahanan lain yang kabur. "Salah satu tahanan yang kabur bilang kalau nama asli Salman adalah Imam," imbuh dia.
Dari informasi tersebut, timsus kembali bergerak dengan mencari informasi dari facebook dan ditemukan foto mirip dengan Salman alias Imam. "Dari akun facebook itu kita mencari teman pelaku yang dekat dan berdomisili di Surabaya. Diketahui teman dekat pelaku, seorang perempuan yang berada di Wonokusumo," ungkap Shinto.
Perempuan tersebut juga menunjukkan rumah Salman alias Imam yang ada di Kedundung Sampang dan timsus langsung bergerak. "Timsus di Sampang sejak Kamis (20/4) dan saat dilakukan penggerebekan ternyata sudah melarikan diri ke tengah hutan dan kita lakukan penyisiran hingga ditangkap Minggu (23/4) sore pukul 17.00 Wib," ujar dia.
Salman alias Imam ditahan karena kedapatan melakukan pencurian handphone dan dimassa. "Saat ditangkap, dia (Salman alias Imam) mengaku berumur 17 tahun sehingga harus didampingi orangtua. 2 Hari setelah ditahan Mapolsek Tambaksari datang seorang pria bernama Muntamam warga Kalimas Baru II yang mengaku paman Salman. Saat ditanya identitas tidak membawa identitas apapun, saat dikroscek sesuai alamat pengakuan tidak ditemukan kemudian digeledah ditemukan KTP wanita bernama Saimah warga Burneh Sampang dan lagi lagi juga tidak ada nama atau alamat di KTP tersebut," ungkap Shinto.
Dari data yang didapatkan timsus saat penangkapan maupun dari Mapolsek Tambaksari, Shinto mengambil kesimpulan jika Salman alias Imam adalah seorang residivis. "Saat ini ada satu kasus lagi yang masih kita kembangkan yakni curanmor atas nama Salman alias Imam," pungkas dia.
Sementara salah satu timsus yang ikut melakukan penangkapan Agus mengungkapkan saat ditangkap pihaknya menemukan barang bukti baru yakni kunci 'T' yang diduga digunakan Salman alias Imam untuk melakukan pencurian kendaraan bermotor.
"Cukup licin dan susah dibanding tahanan kabur lainnya, karena semua identitasnya palsu dan sepertinya sengaja dipalsu seperti pelaku kejahatan lainnya agar ketika ditangkap tidak diketahui identitas aslinya," ujar Agus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar