Minggu, 23 April 2017
Jakarta - Pengusaha sekaligus politikus Partai Golkar, Erwin Aksa, mengaku tidak mendapat peringatan dari Golkar karena mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam pilkada DKI Jakarta. Sikap politik Erwin berbeda dengan partainya yang mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot S Hidayat. 'Enggak ada yang telepon saya, nggak ada peringatan, malah saya yang telepon menanyakan kegiatan selanjutnya dari Golkar ke depannya," kata Erwin di Jl Simprug Golf 3/127 Senayan, Minggu (23/4/2017). Menurut Erwin, rekan-rekannya di Golkar justru banyak yang mengucapkan selamat dan senang karena dirinya bisa jadi bagian dari tim pemenangan anies sandi. Kata Erwin, semua kader Golkar dewasa dalam berpolitik "Enggak ada itu (peringatan). Nggak sampai kayak kejadian di Haji Lulung, mungkin di PPP tidak memiliki sikap politik seperti di Golkar, kalau Golkar sudah biasa seperti itu, dewasa lah dalam berdemokrasi," ujarnya. Erwin mengatakan, selain dirinya, kader Golkar yang lain juga banyak yang mendukung Anies-Sandi. Erwin mengaku tidak khawatir dijatuhi dijatuhi sanksi. "Saya kira Golkar dewasa dalam hal ini. Golkar kalau kerjanya memberikan sanksi kader, kader hilang pergi semua, entar malah isinya bagus-bagus malah enggak bagus. Jadi Golkar dewasa lah dalam hal ini," ucapnya. Erwin menjelaskan, dirinya mendukung Anies-Sandi karena memiliki hubungan pribadi yang dekat dengan keduanya. "Ya, Sandi Uno kan mantan ketua HIPMI. Jadi pasti saya tahu Sandi itu sudah 20 tahun lebih gitu. Pak Anies juga begitu," tutupnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar