Selasa, 25 April 2017

Polisi Gelar Mediasi dengan Warga Usai Tawuran di Cawang

Jakarta - Polisi menggelar mediasi dengan perwakilan warga Taman Harapan pascaterjadinya tawuran di Jl Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur. Saat mediasi itu warga meminta polisi menindak tegas pelaku tawuran.

Proses mediasi dilakukan di Rumah Makan Suharti, Jl Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (24/4/2017). Telihat ada beberapa perwakilan dari warga Batalyon Siliwangi dan Taman Harapan. Proses mediasi dipimpin langsung oleh Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo. Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Kramat Jati Eka Darmawan, Kapolsek Kramat Jati, Kompol Supoyo dan Lurah Cawang Hairudin.

Baca juga: Cegah Tawuran, Polisi akan Jaga Jalan Dewi Sartika Setiap Hari

Dalam mediasi ini tokoh masyarakat dari warga Cawang RW 03, Taman Harapan, Zahri meminta polisi melakukan penegakan hukum dengan tegas. Tindakan tegas yang diharapkan adalah menangkap pelaku tawuran terutama yang membawa senjata tajam.

"Kami dari masyarakat minta polisi melakukan penegakan hukum yang terukur. Kalau ada tawuran harus ada yang ditangkap. Entah dua atau tiga orang yang bawa clurit ditangkap," kata Zahri.

Momen mediasi dengan warga pascatawuran di CawangMomen mediasi dengan warga pascatawuran di Cawang Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom
Menurutnya hal tersebut bisa memberikan efek jera. Dia menyebut jika hanya memakai gas air mata saja tak akan ada efek jera.

"Kalau hanya dengan gas air mata ya malah diledeki, kasihan polisinya," tambahnya.

Momen mediasi warga pascatawuran di CawangMomen mediasi warga pascatawuran di Cawang Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom
Permintaan tersebut Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo disambut baik. Andry menyebut siapa saja yang membawa senjata tajam dan menolak untuk peringatan polisi bisa langsung dilumpuhkan dengan tembakan.

"Kalau secara universal barang barang siapa yang membawa senjata tajam dan sudah diperingatkan tapi tidak diletakkan bisa langsung dilumpuhkan dengan tembakan," katanya.

Meski begitu Andry tetap mempertimbangkan norma-norma kemanusiaan yang disepakati oleh warga. "Oleh karena itu hukum kita harus sesuai norma kemanusian yang disepakati oleh warga Jl Dewi Sartika. Kehendak masyarakat sini apakah sama dengan kehendak masyarakat umum," tuturnya.

Selain itu, Andry juga meminta kepada Pemerintah Kecamatan Kramat Jati bisa mengadakan kegiatan-kegiatan yang positif, seperti kegiatan olahraga atau perlombaan lainnya. Sehingga kegiatan tersebut diharapkan bisa mengajarkan kerukunan antar remaja.

"Sehingga mereka menyadari apa yang mereka lakukan (tawuran) itu salah. Yang paling penting itu menumbuhkan kesadaran mereka akan kecintaan kepada tanah air yang akan menumbuhkan kerukunan antara," tambahnya

Seperti diketahui, tawuran itu terjadi Senin (25/4). Dua orang pemuda menjadi korban sehingga harus dilarikan ke RS Polri, Kramat Jati. Keduanya mengalami luka bacok bagian kepala. Saat ini polisi masih mengejar pelaku pembacokan itu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar