Selasa, 25 April 2017

3 Kemungkinan Penyebab Ular Piton Masuk Kota

Jakarta - Ular sepanjang sekitar 4 meter yang ditemukan di got di Pasar Minggu, Jaksel, diketahui berjenis sanca batik atau piton retikulatus. Hingga saat ini belum diketahui dari mana asal ular tersebut hingga ditemukan di permukiman warga.

Menurut Kepala Laboratorium Herpitologi Puslit Biologi LIPI, Amir Hamidy, ada tiga kemungkinan ular tersebut masuk ke dalam kota. Bisa merupakan hewan peliharaan yang kabur, terbawa banjir, hingga ular 'survivor' yang bertahan dengan makanan yang ada. 

"Kalau ada di Jakarta itu memang bisa jadi ada (peliharaan) yang lepas, bisa jadi juga dia individu yang survive, atau terbawa banjir. Ada beberapa kemungkinan," kata Amir saat berbincang dengan detikcom, Selasa (25/4/2017). 

Amir menjelaskan, jenis piton retikulatus memang termasuk hewan yang banyak dipelihara. Selain warnanya menarik, juga karena harga jualnya yang tinggi. 

"Ini jenis yang sering dipelihara orang, dipelihara untuk pet, karena untuk pet kan warnanya menarik," ujar Amir. 

Baca juga: Penjelasan Sudin PKP Soal Sanca Batik yang Ditemukan di Pejaten

Amir mengungkapkan, harga piton retikulatus bisa mencapai puluhan juta untuk ukuran kecil. Piton tersebut bisa terus tumbuh mencapai lebih dari 5 meter. 

"Memang menjadi tren industri pet yang bisa puluhan juta dari (ukuran) kecil," ungkapnya. 

Ditanya mengenai piton yang ditemukan di Pasar Minggu, Amir menyebut itu sudah termasuk piton dewasa. Minimal ketika panjangnya 3 meter, seekor piton sudah bisa disebut piton produktif. 

"Itu sudah dewasa, paling tidak 3 meter sudah bisa bereproduksi," tuturnya. 

Penemuan ular sanca sepanjang 4 meter di Kompleks Depdikbud, Pasar Minggu, menggegerkan warga di sekitar lokasi. Petugas dari Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) langsung datang ke lokasi setelah mendapatkan laporan tersebut. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar