London - Bintang sepakbola Chelsea Eden Hazard santer digosipkan diminati raksasa Spanyol Real Madrid. Manajer Chelsea Antonio Conte menegaskan Hazard bahagia di klub.
Mengilapnya performa Hazard menjadi salah satu alasan the Blues bisa jauh meninggalkan rival-rivalnya dalam perburuan gelar juara Premier League di musim ini. Di era Conte, gelandang berusia 26 tahun itu sudah membuat 11 gol dan lima assist dalam 26 pertandingan liga.
Menurut rumor yang berembus belakangan ini, El Real bahkan berani menggelontorkan 100 juta pound untuk mengeluarkan Hazard dari Stamford Bridge. Meskipun, si pemain sendiri sempat mengungkapkan bahwa dia dan keluarganya bahagia di London.
Conte menilai wajar saja banyak rumor berseliweran menjelang berakhirnya kompetisi. Conte menganggap ketertarikan klub lain sebagai pujian.
"Satu-satunya hal yang saya bisa katakan kepada Eden hanyalah terus bermain. Kami senang dengan dia. Dia bahagia dengan kami. Saya melihat tidak ada masalah dengan dia," ujar Conte di Sky Sports.
"Ini juga adalah bagian dari permainan ini, pihak lain mencoba menyebarkan rumor semacam ini untuk menciptakan sedikit kesulitan di dalam pikiran para pemain."
"Saya pikir kami punya pengalaman untuk menghadapi situasi-situasi seperti ini dan juga para pemain saya. Wajar, wajar di fase musim seperti ini untuk memulai rumor tentang para pemain kami dan saya gembira karena itu artinya kami sedang melakukan perkerjaan yang bagus," imbuh Conte.
Jumat, 31 Maret 2017
Jelang Liverpool Vs Everton Sturridge dan Henderson Belum Bisa Main Lawan Everton
Liverpool - Juergen Klopp memberi kabar terbaru soal kabar Daniel Sturridge dan Jordan Henderson. Keduanya dipastikan tidak bisa tampil di derby Merseyside.
Sturridge sudah absen sejak 4 Februari lalu karena sakit dan cedera pinggul. Tapi striker 27 tahun itu kemudian terlihat berlatih di Melwood, Kamis (30/3), dan membuatnya mulai dikabarkan bisa tampil saatLIVERPOOL
menjamuEVERTON
, Sabtu (1/4/2017) malam WIB.
Tapi Klopp menepis kabar tersebut. Manajer Liverpool itu menegaskan bahwa Sturridge masih belum sembuh.
"Tidak ada peluang. Saya dengar dia kembali berlatih tapi saya tidak tahu siapa yang memberi informasi ini. Dia sedang bekerja dengan pelatih untuk rehabilitasi. Tidak ada peluang (untuk bermain) akhir pekan ini," kata Klopp seperti dikutip dari Sky Sports.
Soal Henderson, Klopp juga menyebut bahwa gelandangLIVERPOOL
itu belum bisa kembali bermain. Henderson yang sudah absen dalam empat laga terakhir karena cedera kaki itu mengalami kemunduran dalam proses pemulihannya.
"Sayangnya dia tidak ikut latihan tim sekarang. Saya tidak bisa bilang untuk berapa lama. Pekan depan tidak terlihat seperti ini juga. Jadi kami harus menunggu," ujar Klopp.
"Sayangnya, ini hanya pertanyaan soal waktu. Tidak ada yang bisa kami lakukan. Kadang masalahnya tidak cukup besar dan jika ada peluang kecil dia bisa berlari, dia akan melakukannya."
"Tapi kami harus berhati-hati dan tidak mengambil risiko. Soal cedera, itu selalu terlalu lama. Tidak ada hal lain yang bisa dilakukan," ucapnya.
Sturridge sudah absen sejak 4 Februari lalu karena sakit dan cedera pinggul. Tapi striker 27 tahun itu kemudian terlihat berlatih di Melwood, Kamis (30/3), dan membuatnya mulai dikabarkan bisa tampil saatLIVERPOOL
menjamuEVERTON
, Sabtu (1/4/2017) malam WIB.Tapi Klopp menepis kabar tersebut. Manajer Liverpool itu menegaskan bahwa Sturridge masih belum sembuh.
"Tidak ada peluang. Saya dengar dia kembali berlatih tapi saya tidak tahu siapa yang memberi informasi ini. Dia sedang bekerja dengan pelatih untuk rehabilitasi. Tidak ada peluang (untuk bermain) akhir pekan ini," kata Klopp seperti dikutip dari Sky Sports.
Soal Henderson, Klopp juga menyebut bahwa gelandangLIVERPOOL
itu belum bisa kembali bermain. Henderson yang sudah absen dalam empat laga terakhir karena cedera kaki itu mengalami kemunduran dalam proses pemulihannya."Sayangnya dia tidak ikut latihan tim sekarang. Saya tidak bisa bilang untuk berapa lama. Pekan depan tidak terlihat seperti ini juga. Jadi kami harus menunggu," ujar Klopp.
"Sayangnya, ini hanya pertanyaan soal waktu. Tidak ada yang bisa kami lakukan. Kadang masalahnya tidak cukup besar dan jika ada peluang kecil dia bisa berlari, dia akan melakukannya."
"Tapi kami harus berhati-hati dan tidak mengambil risiko. Soal cedera, itu selalu terlalu lama. Tidak ada hal lain yang bisa dilakukan," ucapnya.
Warga Diundang ke Debat KPU, Timses Anies: Harus Fair dan Netral
Jakarta - KPU memiliki format baru dalam pelaksanaan debat Pilgub DKI 2017 putaran kedua, yaitu dengan mengundang kelompok masyarakat. Hal itu direspons positif oleh ketua tim pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Mardani Alisera.
"Pertama, upaya KPU memperbaiki kualitas debat bagus, dengan menghadirkan kelompok masyarakat. Tinggal pastikan bahwa debat ini nantinya berjalan fair dan netral," ujar Mardani saat dihubungi detikcom, Jumat (31/3/2017).
Mardani berharap KPU memiliki mekanisme tertentu dalam menampilkan kelompok masyarakat dalam debat nanti. Ia berharap kelompok masyarakat yang akan dihadirkan mewakili kelompok-kelompok di Jakarta.
"Semoga masyarakat yang ikut terlibat dalam debat nanti bersikap netral. Secara spesifik tidak, cuma kelompok perempuan, anak muda, dan penyandang disabilitas serta warga miskin sangat perlu hadir," jelasnya.
"Karena masih banyak yang belum menerima keadilan publik maupun pelayanan yang memadai," imbuh Mardani.
Ditambahkan Mardani, dalam debat nanti Anies dan Sandiaga akan memberikan jawaban dengan solutif dan informatif agar mendapat kepercayaan publik.
"Tentu jabatan Anies-Sandiaga nanti merupakan amanah, sehingga dalam debat akan memberikan jawaban bersifat integratif, solutif, informatif, dan lugas, serta dipercaya publik," tutup politikus PKS itu.
"Pertama, upaya KPU memperbaiki kualitas debat bagus, dengan menghadirkan kelompok masyarakat. Tinggal pastikan bahwa debat ini nantinya berjalan fair dan netral," ujar Mardani saat dihubungi detikcom, Jumat (31/3/2017).
Mardani berharap KPU memiliki mekanisme tertentu dalam menampilkan kelompok masyarakat dalam debat nanti. Ia berharap kelompok masyarakat yang akan dihadirkan mewakili kelompok-kelompok di Jakarta.
"Semoga masyarakat yang ikut terlibat dalam debat nanti bersikap netral. Secara spesifik tidak, cuma kelompok perempuan, anak muda, dan penyandang disabilitas serta warga miskin sangat perlu hadir," jelasnya.
"Karena masih banyak yang belum menerima keadilan publik maupun pelayanan yang memadai," imbuh Mardani.
Ditambahkan Mardani, dalam debat nanti Anies dan Sandiaga akan memberikan jawaban dengan solutif dan informatif agar mendapat kepercayaan publik.
"Tentu jabatan Anies-Sandiaga nanti merupakan amanah, sehingga dalam debat akan memberikan jawaban bersifat integratif, solutif, informatif, dan lugas, serta dipercaya publik," tutup politikus PKS itu.
Ahok ke Anies-Sandi: Belum Tersangka Sudah Nuduh-nuduh
Jakarta - Timses cagub-cawagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat berencana melaporkan Anies Baswedan karena dianggap memanipulasi data penggusuran. Pasangan Anies di Pilgub DKI, Sandiaga Uno, menganggap itu adalah strategi tim Ahok-Djarot.
Ahok merasa pernyataan Sandiaga itu lucu. Mantan Bupati Belitung Timur yang saat ini menjadi terdakwa kasus dugaan penodaan tersebut mengatakan, selama ini dia tidak pernah menyinggung soal kasus hukum yang membelitnya disebabkan oleh lawannya pada Pilgub DKI.
Baca Juga: Timses Ahok akan Laporkan Anies Terkait Data Penggusuran
"Haduh, belum tersangka, kan? Aku sudah terdakwa saja nggak omong terbelit hukum gara-gara lawan. Itu bagaimana coba, aku sudah terdakwa, lo," kata Ahok saat ditemui di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (31/3/2017).
"(Saya) sudah sidang 17 kali saja nggak ada omong karena pengaruh paslon lain, ini belum tersangka saja sudah nuduh-nuduh," imbuhnya.
Baca Juga: Timses Ahok Mau Laporkan Anies, Sandiaga: Itu Strategi Kampanye
Sebelumnya, timses Ahok-Djarot berencana melaporkan Anies Baswedan karena dianggap memanipulasi data penggusuran. Sandiaga menganggap itu sah-sah saja sebagai strategi kampanye.
"Sah-sah saja tentunya. Itu adalah termasuk bagian dari strategi kampanye. Kami sudah menyiapkan tim hukum. Tentunya data yang dipakai Pak Anies sangat valid, memiliki basis dan preferensi yang sangat sahih," ujar Sandiaga di Jl Jembatan Gantung, Jati Pulo, Jakarta Barat, Rabu (29/3/2017).
Sandiaga juga sudah menyiapkan tim hukum bila ada manuver-manuver hukum yang ditujukan padanya. Menurutnya, seharusnya Ahok lebih memikirkan program untuk rakyat dibanding berdebat soal data penggusuran tersebut.
"Jadi saya sudah menyiapkan tim hukum untuk mengkaji. Tentunya apa pun manuver hukum yang dilakukan pihak paslon nomor 2 yang sebetulnya, mestinya kita jangan berdebat terkait data tersebut, tapi apa yang akan dilakukan Pak Basuki berkaitan dengan program-program yang dekat dengan rakyat," papar Sandiaga.
Ahok merasa pernyataan Sandiaga itu lucu. Mantan Bupati Belitung Timur yang saat ini menjadi terdakwa kasus dugaan penodaan tersebut mengatakan, selama ini dia tidak pernah menyinggung soal kasus hukum yang membelitnya disebabkan oleh lawannya pada Pilgub DKI.
Baca Juga: Timses Ahok akan Laporkan Anies Terkait Data Penggusuran
"Haduh, belum tersangka, kan? Aku sudah terdakwa saja nggak omong terbelit hukum gara-gara lawan. Itu bagaimana coba, aku sudah terdakwa, lo," kata Ahok saat ditemui di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (31/3/2017).
"(Saya) sudah sidang 17 kali saja nggak ada omong karena pengaruh paslon lain, ini belum tersangka saja sudah nuduh-nuduh," imbuhnya.
Baca Juga: Timses Ahok Mau Laporkan Anies, Sandiaga: Itu Strategi Kampanye
Sebelumnya, timses Ahok-Djarot berencana melaporkan Anies Baswedan karena dianggap memanipulasi data penggusuran. Sandiaga menganggap itu sah-sah saja sebagai strategi kampanye.
"Sah-sah saja tentunya. Itu adalah termasuk bagian dari strategi kampanye. Kami sudah menyiapkan tim hukum. Tentunya data yang dipakai Pak Anies sangat valid, memiliki basis dan preferensi yang sangat sahih," ujar Sandiaga di Jl Jembatan Gantung, Jati Pulo, Jakarta Barat, Rabu (29/3/2017).
Sandiaga juga sudah menyiapkan tim hukum bila ada manuver-manuver hukum yang ditujukan padanya. Menurutnya, seharusnya Ahok lebih memikirkan program untuk rakyat dibanding berdebat soal data penggusuran tersebut.
"Jadi saya sudah menyiapkan tim hukum untuk mengkaji. Tentunya apa pun manuver hukum yang dilakukan pihak paslon nomor 2 yang sebetulnya, mestinya kita jangan berdebat terkait data tersebut, tapi apa yang akan dilakukan Pak Basuki berkaitan dengan program-program yang dekat dengan rakyat," papar Sandiaga.
Fahri Hamzah Minta Polisi Jelaskan Penangkapan Sekjen FUI
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyayangkan penangkapan Sekjen FUI Al-Khaththath, yang diduga bermufakat untuk makar. Fahri menyebut manusia tak bisa ditangkap seenaknya.
"Manusia yangBOLEH
ditangkap ada jenisnya. Orang ketangkap mencuri, membunuh, misalnya. Tapi, kalau orang dituduh mengkritik pemerintah, pasal makar mengkritik pemerintah sudah hilang," ucap Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (31/3/2017).
Menurut Fahri, meskipun ada indikasi seseorang akan melakukan kejahatan, harus ada bukti permulaan. Setelah itu, masih ada tahapan-tahapan sebelum orang itu ditangkap.
"Kalau ada orang diindikasikan melakukan tindak pidana berdasarkan alat bukti permulaan dan sebagainya, panggil. Panggilan pertama, panggilan kedua, panggilan paksa. Nggak datang ke panggilan, baruBOLEH
ditangkap, itu pun datang bawa surat," tuturnya.
Meski demikian, Fahri menyebut ada kondisi khusus yang memperbolehkan polisi melakukan penangkapan.
"Kecuali kalau dia bawa parang, senjata, ditembak ke atas, (omong), 'Saya mau pergi bunuh presiden', dilumpuhkan boleh," sebutnya.
Fahri pun akan sangat sedih jika penangkapan Al-Khaththath hanya untuk menakut-nakuti sehingga aksi 313 urung dilaksanakan. Polisi pun, disebut Fahri, harus membuktikan bahwa yang bersangkutan benar berniat makar.
"Yang ditangkap cuma untuk diajak nego, nanti dilepas juga. Itu rezim operasi intelijen dulu begitu nggak ada. Diculik, dimaki-maki, disiram air kepalanya, atau dijepit kakinya pakai kaki meja. Sekarang nggak ada lagi begituan," ujar dia.
"Polisi berkewajiban menjelaskan. Semua lembaga negara yang menggunakan kekuasaan, bahkan memiliki kemampuan memaksa seperti penegak hukum, harus bisa menjelaskan kepada masyarakat apa yang dia lakukan," imbuhnya.
Seperti diketahui, Al-Khaththath ditangkap di kamar 123 Hotel Kempinski, Bundaran HI, Jakarta Pusat. Dia ditangkap karena diduga akan melakukan mufakat jahat, yakni makar.
"Manusia yangBOLEH
ditangkap ada jenisnya. Orang ketangkap mencuri, membunuh, misalnya. Tapi, kalau orang dituduh mengkritik pemerintah, pasal makar mengkritik pemerintah sudah hilang," ucap Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (31/3/2017).Menurut Fahri, meskipun ada indikasi seseorang akan melakukan kejahatan, harus ada bukti permulaan. Setelah itu, masih ada tahapan-tahapan sebelum orang itu ditangkap.
"Kalau ada orang diindikasikan melakukan tindak pidana berdasarkan alat bukti permulaan dan sebagainya, panggil. Panggilan pertama, panggilan kedua, panggilan paksa. Nggak datang ke panggilan, baruBOLEH
ditangkap, itu pun datang bawa surat," tuturnya.Meski demikian, Fahri menyebut ada kondisi khusus yang memperbolehkan polisi melakukan penangkapan.
"Kecuali kalau dia bawa parang, senjata, ditembak ke atas, (omong), 'Saya mau pergi bunuh presiden', dilumpuhkan boleh," sebutnya.
Fahri pun akan sangat sedih jika penangkapan Al-Khaththath hanya untuk menakut-nakuti sehingga aksi 313 urung dilaksanakan. Polisi pun, disebut Fahri, harus membuktikan bahwa yang bersangkutan benar berniat makar.
"Yang ditangkap cuma untuk diajak nego, nanti dilepas juga. Itu rezim operasi intelijen dulu begitu nggak ada. Diculik, dimaki-maki, disiram air kepalanya, atau dijepit kakinya pakai kaki meja. Sekarang nggak ada lagi begituan," ujar dia.
"Polisi berkewajiban menjelaskan. Semua lembaga negara yang menggunakan kekuasaan, bahkan memiliki kemampuan memaksa seperti penegak hukum, harus bisa menjelaskan kepada masyarakat apa yang dia lakukan," imbuhnya.
Seperti diketahui, Al-Khaththath ditangkap di kamar 123 Hotel Kempinski, Bundaran HI, Jakarta Pusat. Dia ditangkap karena diduga akan melakukan mufakat jahat, yakni makar.
Massa Aksi 313 Bubar, Jalan Medan Merdeka Barat Masih Ditutup
Jakarta - Massa aksi 313 telah membubarkan diri dari Bundaran Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda. Namun polisi masih belum membuka akses jalan yang sebelumnya ditutup.
Pantauan detikcom, massa membubarkan diri sejak pukul 17.18 WIB, Jumat (31/3/2017). Namun, hingga pukul 18.20 WIB Jalan Medan Merdeka Barat belum juga dibuka.
Terlihat beberapa petugas sedang memindahkan pembatas jalan yang tadinya digunakan untuk menutup jalan tersebut. Imbasnya, kendaraan dari arah MH Thamrin belum dapat melintas di Jalan Medan Merdeka Barat untuk menuju Harmoni maupun dari arah sebaliknya. Selain Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Veteran 3 (Samping istana), Jalan Veteran 2, dan Jalan Veteran 1 juga masih ditutup.
Sebelum membubarkan diri tadi massa sempat menuntut kembali dibebaskannya Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al Khaththath. Mereka menyatakan, apabila hingga esok (1/4) Al Khaththath belum dibebaskan, mereka akan mendatangi Mako Brimob.
Sebelumnya, Menkopolhukan Wiranto sempat mengatakan akan menghubungi Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menanyakan bukti-bukti terkait dugaan makar yang dituduhkan kepada Al Khaththath. Menurut Wiranto, apabila tidak ada bukti yang mencukupi pihak kepolisian pasti akan membebaskan Al Khaththath dan 4 rekannya yang lain.
"Saya sampaikan, nanti segera saya akan koordinasi dengan Kapolri apakah sudah cukup bukti-bukti untuk menangkap para ulama itu. Kalau memang bukti-bukti tidak cukup maka akan diproses untuk dibebaskan, itu pasti," ujar Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (31/3) tadi.
Pantauan detikcom, massa membubarkan diri sejak pukul 17.18 WIB, Jumat (31/3/2017). Namun, hingga pukul 18.20 WIB Jalan Medan Merdeka Barat belum juga dibuka.
Massa Aksi 313 sudah meninggalkan lokasi aksi Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom |
Terlihat beberapa petugas sedang memindahkan pembatas jalan yang tadinya digunakan untuk menutup jalan tersebut. Imbasnya, kendaraan dari arah MH Thamrin belum dapat melintas di Jalan Medan Merdeka Barat untuk menuju Harmoni maupun dari arah sebaliknya. Selain Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Veteran 3 (Samping istana), Jalan Veteran 2, dan Jalan Veteran 1 juga masih ditutup.
Sebelum membubarkan diri tadi massa sempat menuntut kembali dibebaskannya Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al Khaththath. Mereka menyatakan, apabila hingga esok (1/4) Al Khaththath belum dibebaskan, mereka akan mendatangi Mako Brimob.
Sebelumnya, Menkopolhukan Wiranto sempat mengatakan akan menghubungi Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menanyakan bukti-bukti terkait dugaan makar yang dituduhkan kepada Al Khaththath. Menurut Wiranto, apabila tidak ada bukti yang mencukupi pihak kepolisian pasti akan membebaskan Al Khaththath dan 4 rekannya yang lain.
"Saya sampaikan, nanti segera saya akan koordinasi dengan Kapolri apakah sudah cukup bukti-bukti untuk menangkap para ulama itu. Kalau memang bukti-bukti tidak cukup maka akan diproses untuk dibebaskan, itu pasti," ujar Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (31/3) tadi.
Kakak Tak Sengaja Tarik Gas Motor, Silvi Tewas Tertabrak
Subang - Silvi (6) tewas setelah tertabrak mobil saat akan menyeberang menggunakan motor yang dikendarai ayahnya, Ita (33). Bocah malang itu sempat dibawa ke puskesmas terdekat, namun nyawanya tidak tertolong.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus mengatakan kecelakaan itu terjadi di Jalan Pantura, Desa Mundusari, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, pada Jumat (31/3/2017) sekitar pukul 07.15 WIB.
"Saat itu motor dikendarai oleh Ita yang membonceng anaknya Silvi dan Tama," kata Yusri via pesan singkat, Jumat (31/3/2017).
Peristiwa terjadi saat motor bernopol T 6284 UE berhenti di median jalan untuk menyeberang. Namun saat menunggu situasi sepi, Tama tak sengaja menarik gas motor hingga maju dan tertabrak mobil boks nopol B 9228 WG.
"Jadi anaknya menarik gas tiba-tiba sampe akhirnya maju dan tertabrak mobil dari arah Jakarta menuju Cirebon," ujar Yusri.
Akibat tabrakan tersebut, Ita dan Tama mengalami luka-luka dan dirawat di RS Ciereng, Subang. Sementara Silvi meninggal dunia saat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Pamanukan.
"Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan," sebut Yusri.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus mengatakan kecelakaan itu terjadi di Jalan Pantura, Desa Mundusari, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, pada Jumat (31/3/2017) sekitar pukul 07.15 WIB.
"Saat itu motor dikendarai oleh Ita yang membonceng anaknya Silvi dan Tama," kata Yusri via pesan singkat, Jumat (31/3/2017).
Peristiwa terjadi saat motor bernopol T 6284 UE berhenti di median jalan untuk menyeberang. Namun saat menunggu situasi sepi, Tama tak sengaja menarik gas motor hingga maju dan tertabrak mobil boks nopol B 9228 WG.
"Jadi anaknya menarik gas tiba-tiba sampe akhirnya maju dan tertabrak mobil dari arah Jakarta menuju Cirebon," ujar Yusri.
Akibat tabrakan tersebut, Ita dan Tama mengalami luka-luka dan dirawat di RS Ciereng, Subang. Sementara Silvi meninggal dunia saat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Pamanukan.
"Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan," sebut Yusri.
Langganan:
Postingan (Atom)






Massa Aksi 313 sudah meninggalkan lokasi aksi Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom